logo
Ingat Latihan Ingat Pak Margolang
image

Pengembangan Masyarakat (BAKAT)

0761 8442 843


Website Resmi Yayasan Bakat

Infaq/Sumbangan/Amal ke :
No. Rek. 5510-01-020416-53-6
an. Yayasan Bakat
BRI Unit Marpoyan

Tulisan/Artikel ke :
nmargolang@yahoo.com
Buat Website Anda !!! : Hanya Rp. 1000,-/hari

Cek Nama Domain ?

Komentar Pengunjung

 

FASILITATOR PEM 

AHLI TANI

IKA SPMA RIAU

RUMAH AGRIBISNIS

 

Harga estimasi
• Rp  3.289.140

Mungkinkah Kelompok Petani Kecil (KPK) dapat melaksanakan Pembukuan Keuangan ?

Oleh Nazaruddin Margolang, S.IP.,M.Si

Pertanyaan tersebut tersirat dari pertanyaan peserta diklat Penguatan Kelembagaan Bagi Petugas P4K (Program Peningkatan Pendapatan Petani Nelayan Kecil) yang dilaksanakan selama enam hari di Bulan Desember 2007 di Bapeltan Riau. Kami saja sebagai petugas merasa sulit melaksanakan pembukuan sesuai yang diajarkan apatah lagi petani kecil, demikian ungkapan salah seorang peserta.

Apa yang menjadi kekhawatiran peserta tersebut memang beralasan, karena system pembukuan yang diajarkan meskipun telah dibuat sesederhana mungkin, namun masih terasa rumit dan sulit. Hal ini menunjukkan bahwa kita belum terbiasa dengan catatan-catatan keuangan yang membutuhkan ketelitian. Barangkali ini merupakan salah satu sebab mengapa kita masih banyak yang kesulitan tentang UANG, bukan karena jumlahnya yang kurang tapi karena pengelolaannya yang salah.

Pembukuan Keuangan ini sesungguhnya dapat diterapkan kepada petani, tentunya dengan bimbingan yang serius dan sungguh-sungguh. Salah satu Kelompok P4K di Mataran (NTB) yang memiliki usaha simpan pinjam, menerapkan system pembukuan sebagaimana yang dipelajari pada pelatihan P4K ini, dan mereka bisa, kalau petani di NTB bisa, tentunya petani di RIAU juga bisa.

Selain alasan kemampuan tersebut perlu dipahami bahwa Kelompok Petani Kecil (KPK) adalah organisasi yang difasilitasi Penyuluh dalam pembentukannya adalah merupakan organisasi bisnis sebagai mana organisasi bisnis lainnya yang wajib melakukan pengelolaan keuangan secara tertib, teratur, dan benar, artinya setiap catatan transaksi keuangan harus dibuat secara kronologis dan sistematis, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alat monitor, pengendali, evaluasi dan sebagai alat manajemen.

Dalam sesi Pembukuan Keuangan Kelompok ini peserta pelatihan diberikan contoh-contoh blanko/Buku Keuangan yang dibutuhkan dalam Kelompok yaitu Buku SIMPANAN, Buku PINJAMAN, Buku DUM (Daftar Uang Masuk) Buku DUK (Daftar Uang Keluar), Buku KAS, Neraca Percobaan dan Neraca dan Laporan Laba Rugi.

Kemudian kepada peserta diberikan kasus usaha GKPK yang memiliki usaha simpan pinjam. Dari kasus tersebut seluruh Peserta mempraktekkan pengisian pembukuan keuangan GKPK dari kasus yang diberikan. Dengan aliran pembukuan sebagaimana gambar berikut.

Dari hasil pengamatan diklat yang dilakukan terlihat bahwa yang dapat mengikuti dan mempraktekan pembukuan serta memahami sampai 100 % ada sekitar 25 % peserta, 25 % dapat mengikuti  dan mempraktekkan walaupun kurang memahami, 40 % dapat mengikuti sekitar 50 – 75 % kegiatan Praktek dan ada sekitar 10 – 20 % atau lebih kurang 3 – 5 orang yang tidak dapat mengikuti dengan alasan pusing dan tidak mengerti.

Ya... memang di sadari untuk memahami teknik pembukuan Keuangan Kelompok ini memerlukan waktu yang cukup. Untuk itu diberikan peluang bagi peserta yang belum memahami untuk bertanya langsung kepada instruktur apabila setelah kembali bertugas menemukan kesukaran dalam membimbing petaninya dalam melakukan pembukuan keuangan kelompok.

Semoga apa yang diperoleh dapat diterapkan dan di transfer kepada petani binaan peserta.

Sumber informasi dalam sesi ”Pembukuan Keuangan” ini adalah Materi Latihan Lembaga Keuangan Mikro (LKM), Ciawi Bogor, Hasil Studi Banding P4K ke Mataram NTB dan Pengalaman dalam melaksanakan Pembukuan Keuangan Lembaga Keuangan Mikro.

 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 www.pakmargolang.com · All Rights Reserved