logo
Selamat Datang
image

Pengembangan Masyarakat (BAKAT)


Website Resmi Yayasan Bakat

Infaq/Sumbangan/Amal ke :
No. Rek. 5510-01-020416-53-6
an. Yayasan Bakat
BRI Unit Marpoyan

Tulisan/Artikel ke :
nmargolang@yahoo.com
Buat Website Anda !!! : Hanya Rp. 1000,-/hari

Cek Nama Domain ?

BUAT UANG PENGELUARAN RUTIN ANDA JADI UANG MASUK ANDA

 

FASILITATOR PEM 

AHLI TANI

IKA SPMA RIAU

RUMAH AGRIBISNIS

 

Harga estimasi
• Rp 1.803.436 •

Miskin dan kaya adalah nasib .... Apakah Betul ?

image

Kita sering mendengar, bahkan mungkin termasuk di antara kita pernah berucap, “Miskin sudah merupakan nasib kita, bagaimanapun kita bekerja keras, nasib tidak mungkin berubah, karena ini sudah suratan takdir.” Sebaliknya, kalau nasib kita sudah ditentukan kaya dari sono nya, maka usaha apapun bahkan kerja seenaknya bisa menjadi sukses dan kaya.

Mitos seperti ini, sadar atau tidak, sudah diterima secara dogmatis di dalam masyarakat kita, ditambah dengan mitos-mitos modern yang destruktif. Contohnya, “Bila kita berpendidikan rendah (hanya lulus SMU/SMP/SD) maka spontan yang timbul di benak kita bahwa kita sulit maju, sulit sukses, apalagi kaya."

Persepsi seperti ini, jelas akan mempengaruhi sikap mental dalam praktik di kehidupan nyata, sehingga menghasilkan kualitas hidup ala kadarnya atau sekadar hidup. Jika mitos negatif ini dimiliki oleh mayoritas masyarakat kita, bagaimana mungkin kita bisa meraih cita cita luhur bangsa, yaitu: masyarakat adil, makmur, dan sejahtera.

Kemiskinan sering kali merupakan penyakit dari pikiran dan hasil dari ketidaktahuan kita tentang prinsip hukum kesuksesan yang berlaku.

Bila kita mampu berpikir bahwa kita bisa sukses dan mau belajar, menjalankan prinsip-pinsip hukum kesuksesan, serta membina karakter positif—seperti punya tujuan yang jelas, mau bekerja keras, ulet, siap belajar dan berjuang—maka akan terbuka kemungkinan-kemungkinan yang dapat mengubah nasib gagal menjadi sukses, miskin menjadi kaya! Seperti pepatah dalam bahasa Inggris, “Character is destiny (karakter adalah nasib).”

Tidak peduli bagaimana Anda hari ini, dari keturunan siapa, berwarna kulit apa atau apa latar belakang pendidikan Anda, ingat kita semua punya hak untuk sukses!

Seperti kata-kata mutiara yang telah saya buktikan sendiri, “Kesuksesan bukan milik orang tertentu. Sukses milik Anda, milik saya, dan milik siapa saja yang benar-benar menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan sepenuh hati.”

Mari, hancurkan mitos “miskin adalah nasib saya”. Bangun karakter dan mental sukses, karena kita adalah penentu masa depan kita sendiri/”majikan” bagi nasib kita sendiri.

Salam Pemberdayaan

Sumber : News Letter, Andrie Wongso, 24 Maret 2014, Judul Asli : Menjadi Majikan Bagi Nasib Diri Sendiri


1 Komentar
image

Wed, 2 Apr 2014 @10:47

Sastika rani

Bgaimana cra membangun potensi diri agar bis sukses pak ? ? ?


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+1+4

Copyright © 2018 www.pakmargolang.com · All Rights Reserved