logo
Selamat Datang
image

Pengembangan Masyarakat (BAKAT)


Website Resmi Yayasan Bakat

Infaq/Sumbangan/Amal ke :
No. Rek. 5510-01-020416-53-6
an. Yayasan Bakat
BRI Unit Marpoyan

Tulisan/Artikel ke :
nmargolang@yahoo.com
Buat Website Anda !!! : Hanya Rp. 1000,-/hari

Cek Nama Domain ?

BUAT UANG PENGELUARAN RUTIN ANDA JADI UANG MASUK ANDA

 

FASILITATOR PEM 

AHLI TANI

IKA SPMA RIAU

RUMAH AGRIBISNIS

 

Harga estimasi
• Rp 1.340.790 •

Cabe Kopay Buah Cabe Terpanjang dari Payakumbuh

image

Sebuah kebetulan ketika Syahrul Yondri (43) menemukan cabai merah keriting yang panjangnya sampai 35 sentimeter tahun 2005. Sebagai petani yang gemar meneliti, dia sesungguhnya tengah bereksperimen untuk menemukan cara mengatasi virus kuning.Dorongan untuk mendapatkan cara mengatasi virus kuning berawal ketika Yon, panggilan Syahrul Yondri, gagal panen sampai tiga kali. Setelah mengalami kerugian Rp 20 juta akibat virus kuning, petani cabai di Kelurahan Koto Panjang Lampasi, Kecamatan Payakumbuh Utara, Sumatera Barat, ini menghabiskan waktu lima tahun bereksperimen untuk mendapatkan cara menanggulangi virus yang mematikan tanaman cabai itu.

Dari sejarah, Yon menemukan petunjuk model penanaman zaman nenek moyang. Petani zaman dulu menanam cabai di lahan yang dikelilingi kolam karena tanaman menjadi lebih kuat menghadapi penyakit. Yon pernah mencoba cara itu, dan memang ada peningkatan ketahanan tanaman.

”Prinsipnya, virus itu tak tahan terkena panas yang kuat. Biasanya, virus bersembunyi di bagian bawah daun. Air berfungsi memantulkan cahaya sehingga panas matahari memantul dan mengenai bagian bawah daun,” kata Yon yang juga menjadi Ketua Kelompok Tani Tunas Baru.

Akan tetapi, dia belum puas dengan hasil itu. Dicobanya memakai cermin yang diletakkan di tanah, tepat di bawah tanaman. Hasilnya bukan saja menghambat perilaku mematikan virus itu, tetapi juga membuat proses pemasakan tanaman lebih baik. Dari sinilah Yon memanen buah cabai yang lebih panjang dibandingkan cabai pada umumnya.

Perkembangan selanjutnya, fungsi kaca diganti plastik mulsa yang diberi cat perak. Dengan demikian, pemantulan cahaya tetap terjadi sehingga virus yang biasa tinggal di bagian bawah daun terbunuh pula.

Dari sisi perawatan tanaman, petani juga tak repot mengurus karena tanaman cabai kopay juga lebih tahan terhadap serangan virus kuning.

”Memang daun tanaman masih tetap kuning, tetapi tanaman tetap berbuah dan buahnya masih tetap baik,” tutur Yon yang akan melakukan serangkaian penelitian lanjutan untuk melemahkan serangan virus agar daun tanaman tidak menguning.

Buah terpanjang

Ketika pertama kali memperoleh buah cabai yang berukuran lebih panjang, dia lalu berpikir untuk melakukan penyempurnaan buah. Dari panen pertama dipilihnya buah terpanjang untuk dikembangbiakkan lagi.

Pada panen kedua, dia juga kembali memilih satu buah cabai yang paling unggul. Biji buah disemaikan lagi sehingga menghasilkan buah dengan kualitas yang semakin baik. Panjang cabai berkisar 30-33 sentimeter, bahkan pernah mencapai 40 cm. Padahal, cabai biasa rata-rata hanya 20 cm. Sejumlah 20 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tunas Muda dan puluhan petani lain di Koto Panjang Lampasi juga senang menanam cabai ini. Itu bukan semata-mata karena ukurannya yang lebih besar dibandingkan cabai biasa atau karena pohon cabai bisa setinggi satu meter, tetapi karena hasil panen yang lebih banyak. Setiap batang cabai kopay mampu menghasilkan sekitar 1,4 kilogram per masa tanam, sedangkan tanaman cabai pada umumnya memproduksi enam ons saja. Pada usia 90 hari, petani mulai memanen cabai untuk pertama kali.

Teknik Budidaya

Pengolahan lahan yang sempurna merupakan kunci keberhasilan budidaya cabe Kopay. Langkah pertama yang dilakukan adalah pembuatan bedengan dengan ukuran lebar 90 cm dan tinggi 40 cm. Selesai membuat bedengan taburkan pupuk kompos . Untuk lahan seluas 2 ha diperlukan 50 ton pupuk kompos atau 1,5 kg per lubang tanam.

 Bedengan yang telah ditebarkan dengan kompos kemudian diolah lagi supaya tercampur secara merata dengan tanah, kemudian dibiarkan selama 15 hari.

Langkah selanjutnya adalah penaburan pupuk NPK Phonska dan ZA sebanyak 200 gr per rumpun. Terakhir tutup dengan plastik atau mulsa.

Pembibitan

Perlakuan untuk pembibitan adalah tanah pembibitan harus betul-betul halus dan juga dicampur dengan kompos. Setelah selesai membuat bedengan persemaian kemudian ditaburkan dengan benih cabe ke bedengan persemaian lalu ditutup dengan karung dibiarkan 10 hari jaga kondisi tetap lembab.  Setelah 10 hari karung penutup dibuka kemudian persemaian ditutup dengan rapat dengan plastik bening yang membentuk tudung sampai tanaman berumur 25 hari.

Didalam tudungan plastik bening ini bibit cabe perlu perawatan dengan menyemprot dengan tricoderma yang telah diencerkan dan ramuan nabati berupa 1 kg daun sirsak + 1 kg daun pinang yang diekstrak melalui perendaman.  Penggunaan ramuan daun sirsak dan daun pinang 2 kali dalam seminggu, sedangkan jika ingin menggunakan pestisida nabati ikuti sesuai dosis dan anjuran yang tertera dikemasan.

Pemeliharaan

Perawatan tanaman cabe dilakukan 1 minggu setelah tanam tanaman cabe diberi ajir. Umur 15 hari tanaman disemprot dengan tricoderma dan ramuan nabati berupa 1 kg daun sirsak + 1 kg daun pinang yang diekstrak melalui perendaman selama 1 jam di air panas

Perawatan penting lagi yaitu membuang tunag air hingga tanaman cabe telah membentuk seperti ketepel sudah keluar. Cabang ketepel ini diikat pada ajir dengan menggunakan tali.

Pemanenan

 

Jika perawatan baik maka umur kurang lebih 100 hari setelah tanam kita sudah bisa panen pertama. Total potensi produksi 1-1,5 kg per rumpun. Pemanenan dapat dilakukan setiap 3-5 hari sekali secara terus menerus sampai tanaman tidak menghasilkan. Sewaktu panen sertakan tangkai buah lakukan secara selektif dan hati-hati.

Penulis : Ir. Yuni Hastuti

Copyright © 2017 www.pakmargolang.com · All Rights Reserved