logo
Selamat Datang
image

Pengembangan Masyarakat (BAKAT)


Website Resmi Yayasan Bakat

Infaq/Sumbangan/Amal ke :
No. Rek. 5510-01-020416-53-6
an. Yayasan Bakat
BRI Unit Marpoyan

Tulisan/Artikel ke :
nmargolang@yahoo.com
Buat Website Anda !!! : Hanya Rp. 1000,-/hari

Cek Nama Domain ?

BUAT UANG PENGELUARAN RUTIN ANDA JADI UANG MASUK ANDA

 

FASILITATOR PEM 

AHLI TANI

IKA SPMA RIAU

RUMAH AGRIBISNIS

 

Harga estimasi
• Rp 816.641 •

Hasil Kunjungan Bapak Ir. Harmet, MP, Widyaiswara Pertanian ke Balai Penelitian Buah Solok

image

Oleh  : Ir. Harmet, MP. Widyaiswara Pertanian

A. Perbaikan Mutu Buah Sirsak

 

          Buah sirsak dapat dipanen dengan ciri buah benar-benar tua tetapi kondisi buah masih keras. Duri-durinya saling berjauhan dan warna kulit berubah dari hijau mengkilat menjadi kusam atau kekuning-kuningan.

           Agribisnis sirsak  masa mendatang menghendaki hasil panen yang dengan mutu yang, seperti bentuk buah yang simetris dan berukuran besar (lebih dari 1,5 kg). Demikian juga untuk mengisi pasar domestik maupun regional memerlukan kualitas buah yang baik dan berkesinambungan.

           Untuk memperoleh kualitas bentuk dan ukuran buah sirsak yang baik dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan melakukan penyerbukan buatan. Seperi diketahui bunga sirsak merupakan bunga sempurna, akan tetapi waktu masaknya serbuk sari dengan kepala putik tidak bersamaan. Oleh karena itu peryerbukan yang dilakukan adalah penyerbukan silang yang dilakukan oleh serangga. Keberhasilan penyerbukan buatan ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain harus diketahui saat yang tepat bunga sirsak untuk diserbuki, keterampilan pelaku penyerbukan dan waktu penyerbukan yang tepat pula.

     Tahapan Pelaksanaan penyerbukan buatan adalah

  1. Siapkan tabung/botol bekas roll film untuk penampung serbuk sari dan kuas kecil sebagai alat penyerbuk
  2. Tampung serbuk sari ke dalam botol dengan mengunakan kuas
  3. Pilih bunga betina yang siap diserbuki dengan ciri kelompak bunga tersebut  telah merekah dan kepala putik telah berlendir
  4. Ambil serbuk sari dan oleskan serbuk sari dikepala putik
  5. Keberhasilan proses penyerbukan buatan ditandai dengan berkembangnya bakal buah setelah satu bulan

B.     Bibit Jeruk Bebas Penyakit

 

      Lima keuntungan menanam bibit jeruk berlabel bebas penyakit

 

  1. Bebas penyakit CPVD
  2. Kemurnian Varietas dijamin
  3. Pohon tegar dan seragam
  4. Produksi dan mutu buah terjamin
  5. Umur produktif lama

         Dimana alur proses produksi pohon induk dan distribusi bibit jeruk bebas penyakit:

1.   Penentuan calon pohon induk

2.   Penyambungan tunas pucuk

3.   Indeksing

4.   Pohon Induk

5.   Blok Pondasi

6.   Blok Pengandaan mata tempel

7.   Penangkar bibit

8.   Petani

         Mulai dari blok pondasi sampai ke penagkar benih disana dilakukan pengawasan dan sertifikasi bibit

C.           Bioriza 01 K, 02 K, 02 G (Penyubur Tanaman Yang Ramah Lingkungan)

         Bioriza 01K, 02K, 03G merupakan penyubur tanaman yang diproses seacara bioteknologi, untuk menunjang pengembangan pertanian bewawasan lingkungan dan hemat biaya

Bahan ini dibuat sedemian rupa sehingga lebih mudah dan praktis dalam aplikasinya dibanding bahan sejenis yang telah pernah diproduksi.

Fungsi/Manfaat

·      Meningkatkan serapan hara

·      Menghemat pengunaan pupuk buatan

·      Meningkatkan pertumbuhan dan sistem perakaran tanaman

·      Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekurangan  air serta serangan penyakit akar

·      Sekali pemberian akan bermanfaat untuk seumur hiduf tanaman

Cara Pemakaian

Penggunaan Bioriza 02 K dapat dilakukan dengan cara seperti pemberian BIORIZA 01 K. Sedangkan untuk Bioriza 02 G dapat digunakan pada saat penyemaian benih

Untuk setiap satu meter persegi tempat persemaian dapat diberikan 50 gram Bioriza 02 G. Kemudian tutup dengan media semai setebal 1 cm. Selanjutnya semaikan benih di atasnya lalu tutupi lagi dengan media semaian

1. Pemberian kapsul Bioriza 01 K dan 02 K saat penyapihan/transplanting

2. Pemberian kapsul untuk benih yang sudah di polibag/pot

3. Pemberian bioriza 2 G (Pre inoculation technique)

  1. Optimalisasi Perbanyakan Benih Pisang Secara Konvensional

Pemilihan pohon induk

Tanaman yang dipilih sebagai pohon induk bisa berupa rumpun dewasa yang sudah berbuah dan menghasilkan anakan atau tanaman hasil kultur jaringan yang bonggolnya sudah berdiameter minimal 15 cm. Yang penting tanaman harus sehat dan bebas dari hama dan penyakit

Prosedur :

1. Bahan tanaman yang diambil dari anakan atau bongol tanaman yang baru dipanen, dipisahkan dari rumpunya, sedangkan bahan tanaman yang berasal dari kultur jaringan tidak perlu dicabut

2. Bonggol dicuci dengan air bersih dan direndam dalam larutan fungisida yang mengandung benomil

3. Batang semu dipotong dan disisakan kira-kira 20 cm dari pangkal batang

4. Semua pelepah daun dibuang

5. Untuk anakan muda silakukan pembuangan titik tumbuh utama; sedangkan untuk bonggol tanaman yang baru dipanen buahnya tidak perlu dilakukan pembuangan titik tumbuh karena sudah tidak mempunyai titik tumbuh utama

6. Bonggol yang telah dibuang titik tumbuhnya dapat segera ditanam dalam media pasir dalam seedbed pot atau polibag

7. Perawatan tanaman berupa penyiraman sehari sekali

8. Tunas-tunas yang tumbuh dan tingginya minimal 20 cm sudah dapat dipindahkan ke polibag

          Keuntungan :

1. Tidak memerlukan teknologi yang rumit

2. Murah dan mudah dilaksanakan

3. Pemanfaatan bonggol pisang yang baru dipanen

  1. Pengendalian Hama Pengerek Batang Mangga

Pengendalian hama pengerek lebih dini adalah faktor kunci untuk menyelamatkan tanaman mangga dari kematian atau bahkan menyelamatkan kebun mangga dari kehancuran sehingga kerugia dapat dihindari. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk dapat mengendalikan hama adalah

1. Lakukan monitoring secara cermat dan berkala

2. Hindari terjadinya serangan pengerek pucuk karena serangan ini membantu pengerek batang meletakan telur.

3. Apabila menemukan dewasa hama ini segera matikan secara mekanis

4. Segera pangkas bagian tanaman tanaman yang terserang kurang lebih 5 cm di bawah lubang yang masih mengeluarkan kotoran

5. Matikan larva pengerek yang ada

6. Aplikasi insektisida pada fase tunas untuk menghindari serangan hama pucuk

 

7. Gunakan insektisida sistemik sebagai alternatif pengendalian terakhir.


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+2+5

Copyright © 2017 www.pakmargolang.com · All Rights Reserved