logo
Selamat Datang
image

Pengembangan Masyarakat (BAKAT)

0761 8442 843


Website Resmi Yayasan Bakat

Infaq/Sumbangan/Amal ke :
No. Rek. 5510-01-020416-53-6
an. Yayasan Bakat
BRI Unit Marpoyan

Tulisan/Artikel ke :
nmargolang@yahoo.com
Buat Website Anda !!! : Hanya Rp. 1000,-/hari

Cek Nama Domain ?

BUAT UANG PENGELUARAN RUTIN ANDA JADI UANG MASUK ANDA

 

FASILITATOR PEM 

AHLI TANI

IKA SPMA RIAU

RUMAH AGRIBISNIS

 

Harga estimasi
• Rp 2.264.579 •

Berawal Dari Hobi, Hasilkan Puluhan Juta

image

Sulit kadang menyandingkan profesi dengan hobi. Pekerjaan kadang menimbulkan kejenuhan, sehingga butuh waktu luang untuk melakukan hobi agar kejenuhan dapat teratasi. Namun ketika hobi dijadikan mata pencarian, tentu saja ini akan menjadi suatu kepuasan dan kesenangan tersendiri bagi pelakunya.

Hal inilah yang dijalani Ahmaddin Margolang, yang menjalani bisnis ikan salai lele Sedap miliknya. Kecanduannya beternak ikan lele tidak hanya pelepas hobi semata, namun juga menghasilkan jutaan, bahkan puluhan juta dalam sebulan. Ia begitu tekun, bertahun-tahun membudidayakan ikan lele di Jalan Gading Marpoyan, Gang Lundang. Dua tahun belakangan, baru muncul inspirasinya untuk menyalai ribuan ikan lele tersebut.

Berawal di tahun 2002, pria yang akrab disapa Madin ini memulai usaha tambak lele di depan rumahnya. Awalnya baru satu kolam yang ia punya. Uang hasil dari panen satu kolam itu kemudian ia kumpulkan dan dijadikan modal untuk menambah kolam satu lagi. Begitulah seterusnya, perlahan ia terus memperbanyak kolam lelenya, sehingga berjumlah 25 kolam.

"Semua ini berawal dari nol. Awalnya saya hanya punya satu kolam. Kemudian berkembang perlahan. Saat kuliah di Universitas Islam Riau (UIR), saya memang memilih jurusan budidaya perikanan, karena beternak ikan juga merupakan hobi saya. Berangkat dari pengalaman itu kemudian saya mencoba, dan terus berupaya mengembangkannya," kata Madin, saat berincang dengan Tribun.

Setelah bertahun-tahun membibitkan lele, Madin kemudian mencoba belajar pengasapan ikan melalui temannya di pertengahan 2010. Setelah merasa mantap, di awal 2011 Madin baru memberanikan diri mencoba membuat salai lele sendiri.

"Awalnya hanya kecil-kecilan. Dengan tungku kecil dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Tapi melihat respon masyarakat terhadap salai lele ini, kemudian saya mencoba produksi bertambah banyak. Tungkunya pun semakin dibuat besar, dan begitu pula tempat memanggang atau opennya," terang ayah tiga putri ini.

Madin kemudian mencoba memperbesar marketnya dengan masuk ke pasar-pasar tradisional, mini market, hingga super market. Ikan Salai Lele Sedap miliknya pun semakin dikenal di pasaran. Produk ini juga menjadi salah satu makanan yang laris saat PON XVIII di Riau September lalu.

"Respon masyarakat cukup luar biasa terhadap salai ikan ini. Selain sehat, enak, dan memiliki rasa yang khas, ikan ini juga telah memiliki label dari BPOM, sekaligus label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)," kata pria asal Sumatera Utara ini.

Dalam beternak lele, pria yang juga mengajar di SMK Pertanian Pekanbaru ini juga pernah mendapat kendala. Berang-berang sebagai musuh utama dalam beternak lele juga ikut ambil bagian sebelum masa panen tiba. Berbagai cara pun telah banyak dilakukan Madin untuk mengusirnya, namun hewan pemangsa ikan ini tetap betah bolak-balik ke kolamnya.

"Tidak jauh dari kolam ini ada sarang berang-berang, lokasinya di semak-semak. Pada amalm hari biasanya mereka datang beramai-ramai. Telah banyak yang saya lakukan untuk mengusirnya. Tapi tidak berhasil. Saat mahasiswa Universitas Riau (UR) datang berkunjung ke sini, mereka kemudian menyuruh saya menaruh baju yang masih berbau keringat di dekat kolam. Sejak saat itu, berang-berang tidak pernah datang lagi," kata pria yang melanjutkan S2 nya di menajemen agrobisnis UIR ini. (*)

Sumber : http://pekanbaru.tribunnews.com/2012/12/07/berawal-dari-hobi-hasilkan-puluhan-juta


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 www.pakmargolang.com · All Rights Reserved