logo
Selamat Datang
image

Pengembangan Masyarakat (BAKAT)


Website Resmi Yayasan Bakat

Infaq/Sumbangan/Amal ke :
No. Rek. 5510-01-020416-53-6
an. Yayasan Bakat
BRI Unit Marpoyan

Tulisan/Artikel ke :
nmargolang@yahoo.com
Buat Website Anda !!! : Hanya Rp. 1000,-/hari

Cek Nama Domain ?

BUAT UANG PENGELUARAN RUTIN ANDA JADI UANG MASUK ANDA

 

FASILITATOR PEM 

AHLI TANI

IKA SPMA RIAU

RUMAH AGRIBISNIS

 

Harga estimasi
• Rp 1.803.436 •

Pemberdayaan Penangkar Benih dalam Peningkatan Produktivitas Pangan

image

Berbagai upaya dilakukan Pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman pangan, khususnya padi, jagung dan kedelai. Penggunaan benih varietas unggul berseritifikat diyakini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam peningkatan produktivitas tanaman pangan.

Dalam rangka peningkatan penggunaan benih varietas unggul bersertifikat diperlukan sistem pengelolaan produksi benih yang baik sehingga mampu menyediakan benih di tingkat lapangan sesuai dengan kebutuhan petani sesuai azas 6 tepat ( varietas, mutu, jumlah, waktu, lokasi dan harga yang tepat ).

Peranan penangkar/ kelompok penangkar benih dalam penyediaan benih varietas unggul bersertifikat sangat penting , tetapi disisi lain mereka masih memiliki keterbatasan seperti luas areal produksi, SDM, prasarana dan sarana serta modal. Oleh karena itu pemerintah berupaya melakukan pembinaan dan memberikan dukungan terhadap penangkar/ kelompok penangkar benih baik aspek teknis maupun manajemen.

 

Lokasi penangkaran benih .

Lokasi yang digunakan untuk kegiatan pemberdayaan penangkar benih, yaitu :

 

1) diprioritaskan bukan daerah endemis organisme pengganggu tanaman (OPT), bebas dari bencana kekeringan, banjir dan sengketa;

2) kegiatan pemberdayaan penangkar benih diusahakan pada lokasi yang strategis dan mudah dijangkau.

 

Kriteria penangkar/ kelompok penangkar benih :

Kriteria penangkar benih :

1)      Penangkar atau kelompok penangkar benih yang dinamis dan bersedia melaksanakan kegiatan pemberdayaan penangkar benih dengan baik dan bertanggung jawab;

2)      D diutamakan untuk penangkar atau kelompok penangkar benih yang sudah ada tetapi belum mampu memproduksi benih siap salur. Apabila tidak ada penangkar yang dimaksud, dapat dialokasikan kepada penangkar/ kelompok penangkar benih yang sudah mampu memproduksi benih siap salur, tetapi kapasitas produksinya masih kecil yaitu untuk padi luas areal produksinya kurang dari 50 ha, sedangkan untuk kedelai kurang dari 25 ha. Khusus untuk benih kedelai dapat diberikan bagi daerah yang belum ada penangkar/ kelompok penangkar benih kedelai;

3)      Diutamakan yang memiliki sarana untuk produksi benih, lantai jemur, tempat processing dan gudang;

4)      Memiliki rekening yang masih berlaku/ masih aktif di Bank Pemerintah ( BUMN atau BUMD/ Bank Daerah) yang terdekat. Bagi yang belum memiliki , harus membuka rekening di Bank:

5)      Membuat surat pernyataan bersedia dan sanggup untuk melaksanakan kegiatan pemberdayaan penangkar benih dengan menghasilkan benih padi minimal 3 ton/ha, kedelai minimal 1 ton/ ha serta sanggup mengembalikan dana bantuan sosial apabila tidak sesuai peruntukannya. Apabila dalam pelaksanaannya target produksi tidak tercapai, harus membuat berita acara yang menjelaskan kejadian tersebut dan ditandatangani oleh penangkar yang bersangkutan serta diketahui oleh Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota dan Dinas Pertanian Provinsi;

6)      Bersedia menambah biaya sarana produksi apabila bantuan yang tersedia tidak mencukupi;

7)      Telah menyusun rencana usaha kelompok (RUK) ;

8)      Penangkar/ kelompok penangkar benih dapat berbadan hukum maupun yang belum berbadan hukum tetapi harus mendapat rekomendasi teknis dari Badan Pengawas Sertifikasi Benih (BPSP).

 

Ketentuan pelaksanaan pemberdayaan penangkar benih :

1.      Luas areal satu unit pemberdayaan penangkar benih padi inbrida 50 ha

2.      Luas areal satu unit pemberdayaan penangkar benih kedelai 25 ha.

3.      Lokasi penangkaran berada dalam satu hamparan, tetapi apabila tidak memungkinkan dapat dilaksanakan tidak pada satu hamparan tetapi masih dalam satu wialayah kecamatan

4.      Penangkar/ kelompok penangkar benih harus melaksanakan penangkaran benih sesuai dengan sasaran luas areal masing-masing komoditas.

5.      Apabila dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan sarana produksi dan sarana pengolahan tidak sesuai dengan RUK, maka harus dilakukan revisi RUK

6.      Penangkar/ kelompok penangkar yang akan mendapat bantuan , yang belum menerima bantuan pada tahun sebelumnya.

 

Mekanisme usulan Penangkar/ kelompok penangkar benih

1.      Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/ kota mengusulkan penangkar berdasarkan kriteria yang ditentukan oleh kepala Dinas Pertanian provinsi dengan tembusan kepada kepala UPTD BPSBTPH.

2.      Kepala Dinas Pertanian Provinsi menugaskan UPTD BPSBTPH untuk melakukan verifikasi dan memberikan rekomendasi teknis terhadap penangkar/ kelompok penangkar yang diusulkan oleh kepala dinas pertanian kabupaten/kota.

3.      Kepala dinas pertanian provinsi menetapkan penangkar/kelompok penangkar benih penerima bantuan pemberdayaan penangkar benih dengan menerbitkan keputusan kepala dinas peternaian provinsi.

 

Persiapan dan pelaksanaan pemberdayaan penangkar benih.

1.      Melaksanakan pertemuan persiapan , antara penagkar/ kelompok penangkar dengan KCD atau Kepala Unit Pelaksana Teknis Kecamatan (KUPTK) atau kepala pertanian kecamatan (KPK) dan Pengawas Benih Tanaman (PBT) membahas rencana kerja penangkaran benih padi atau kedelai

2.      Menetapkan langkah-langkah yang menyangkut tujuan, hasil yang diharapkan dan rencana pemasaran benih hasil penangkaran

3.      Menentukan tempat pengolahan benih, pemasaaran benih hasil penangkaran.

 

Pembiayaan
Anggaran Bansos di tempatkan di Dinas Pertanian Provinsi antara lain untuk :

1.      Bantuan biaya pengadaan sarana produksi ( benih sumber, pupuk, pestisida)

2.      Bantuan biaya sertifikasi benih (pemeriksaan lapangan dan uji laboratorium) , pengolahan benih ( perontokan,pengeringan dan pembersihan)

3.      Bantuan biaya pengadaan sarana alat dan mesin pengolahan dan pengemasan benih antara lain untuk pengadaan tempat pengeringan benih, alat pembersih benih, timbangan, alat/mesin penjahit karung, alat pengelem plastik, trolly benih, kemasan plastik dan lain-lain.


Biaya koordinasi, sosialisasi, pembinaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan (APBN, APBD)

 

Penyunting : Asia ( Penyuluh BPPSDMP)

Sumber Informasi : Pedoman Teknis Pemberdayaan Penangkar Benih. 2015. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+7+9

Copyright © 2017 www.pakmargolang.com · All Rights Reserved