logo
Selamat Datang
image

Pengembangan Masyarakat (BAKAT)


Website Resmi Yayasan Bakat

Infaq/Sumbangan/Amal ke :
No. Rek. 5510-01-020416-53-6
an. Yayasan Bakat
BRI Unit Marpoyan

Tulisan/Artikel ke :
nmargolang@yahoo.com
Buat Website Anda !!! : Hanya Rp. 1000,-/hari

Cek Nama Domain ?

BUAT UANG PENGELUARAN RUTIN ANDA JADI UANG MASUK ANDA

 

FASILITATOR PEM 

AHLI TANI

IKA SPMA RIAU

RUMAH AGRIBISNIS

 

Harga estimasi
• Rp 1.803.436 •

KTNA ... Kontak Tani Andalan Nasional

image

Siapakah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ...

Oleh : Purwo Hadi, KTNA Prov. Riau

KTNA merupakan tokoh yang diakui oleh komunitas petani (nelayan) nya, mempunyai kelebihan pengetahuan dan ketrampilan, berhasil dalam usaha taninya dan mau mendorong para anggotanya ke arah kemajuan. Para KTNA melalui keteladanan, kepemimpinan dan rela berkorbannya, seharusnya menjadi patner yang efektif bagi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani lainnya. Melalui rela berkorbannya KTNA cenderung mendahulukan kepentingan petani lainnya, sangat protektif terhadap kelompok taninya yang sering dimanipulasi untuk mendapatkan bantuan oleh oknum tertentu.

KTNA selalu bersedia membimbing rekan rekan petani walaupun berasal dari kelompok tani yang lain, sigap mencari solusi terhadap permasalahan pertanian yang dihadapi petani akar rumput.

Bagaimana KTNA menghidupi dirinya ....

Seorang KTNA tidak mendapatkan gaji atau upah dalam menjalankan tugasnya. Hanya dengan niat yang tulus dan semangat berbagi, KTNA selalu yakin bahwa niat yang baik akan dibalas lebih dan dicukupkan oleh Alloh. Kawan petani yang mendoakan, link yang semakin besar, aset yang meningkat, produksi yang bertambah, pasar yang loyal dan bantuan tangan tangan yang tersembunyi sering dijumpai oleh orang orang yang berbagi.

Banyak KTNA yang hancur karena menerima bantuan pertanian dari pemerintah yang sebenarnya bukan haknya.

Apakah Program KTNA Riau ....

1.        Membangun Petani yang Berkarakter .

Dunia pertanian dianggap dunia yg terbelakang. Petani konotasinya selalu miskin, kumal, pengeluh dan peminta bantuan. Dalam beberapa tahun ini KTNA di Riau mulai mengajak petani petani muda yang mandiri untuk duduk sebagai ketua dan pengurus KTNA. Usia 40 tahun, punya kebun sawit dan sapi puluhan ekor, tidak gamang ketika ngomong tentang NPWP, koperasi, distribusi pupuk dan ngarit pakai double cabin. Apalagi ngomong tentang pertanian di forum forum resmi sdh sangat familier.

KTNA Riau juga mengajak pemuda pemudi untuk menggeluti dunia pertanian, hadir dalam go green, pasar tani. Tahun ini terkirim 1 orang pemuda tani untuk magang ke Jepang. Saatnya petani yakin bahwa pertanian mampu memberi kehidupan yang layak untuk generasi muda. Perlu dukungan pemerintah untuk data-data petani mandiri yg punya potensi ditingkatkan pengetahuannya.

2.        Perlindungan Aset Lahan.

Melalui usaha tani yang menguntungkan petani akan melindungi dan menambah asetnya. Bekerja sama dengan pemerintah, KTNA mendorong untuk sertifikasi lahan lahan pangan, membangun jalan jalan produksi yg nyaman dan mendesain kawasan pertanian yg menguntungkan.

3.     Kesinambungan Produksi Yang Berkulitas.

Ketika pasar menuntut barang yang sehat, segar dg harga yang terjangkau, seorang KTNA berfikir tentang produk unggulan, efisiensi lahan, sarana produksi pertanian yg berkualitas dan SOP yang tercatat.

4.        Pasar Yang Loyal.

Koneksi dan sinergi pertanian akan bermuara ke pasar yang sehat. Yang memberi keuntungan kepada produsen dan konsumen. KTNA hadir sebagai produksen dan pengumpul produk petani lainnya. Dengan memotong rantai tataniaga, KTNA memberi harga lebih tinggi kepada petani binaan dan harga yang lebih murah kepada konsumen. Salah satu contoh adalah sapi untuk Qurban.

Kendala dan hambatan yang besar, mengakibatkan program yang direncanakan begitu pelan jalannya. Namun kami berjuang semampu kami untuk teguh membangun pertanian di bumi lancang kuning ini.

 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 6+2+0

Copyright © 2017 www.pakmargolang.com · All Rights Reserved