logo
Ingat Latihan Ingat Pak Margolang
image

Pengembangan Masyarakat (BAKAT)

082382638871


Website Resmi Yayasan Bakat

Infaq/Sumbangan/Amal ke :
No. Rek. 104 613 5438
an. Nazaruddin Margolang
BSI - Bank Syariah Indonesia

Tulisan/Artikel ke :
nmargolang@yahoo.com
Buat Website Anda !!! : Hanya Rp. 1000,-/hari

Cek Nama Domain ?

google.com, pub-3763421887377259, DIRECT, f08c47fec0942fa0

image

Polling :

 

WEB MATIC FRIEND

FASILITATOR PEM 

AHLI TANI

IKA SPMA RIAU

RUMAH AGRIBISNIS

TANINDO RIAU

google.com, pub-3763421887377259, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kategori Tulisan

SACHA INCHI - Potensi Lain Dari Sektor Pertanian - Asikin Chalifah

image

SACHA INCHI - Potensi Lain Dari Sektor Pertanian – Asikin Chalifah

Potensi sacha Inchi  atau sering disebut dengan kacang inca masih kalah populer atau tenggelam oleh hiruk pikuk tanaman porang yg memberikan keuntungan yg menggiurkan bagi petani dan menjadi komoditas pertanian unggulan (baru) Kementerian Pertanian RI untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan global. Padahal dari usaha tani sacha inchi yg memiliki banyak manfaat juga dapat diraih keuntungan yg tidak sedikit atau keuntungan yg berlipat ganda.

Tentang potensi sacha inchi sendiri bermula dari penuturan seorang teman yg bermukim di Medan, Provinsi Sumatera Utara yg berkeinginan untuk membudidayakan sacha inchi dan      membutuhkan informasi terkait dengan pembelian benih/bibit serta alat dan mesin untuk pengolahan minyaknya.Ternyata dari penelusuran di transaksi/perdagangan secara elektronik diketahui bahwa benih/bibit dan produk minyak sacha inchi sudah banyak dijual atau dipasarkan melalui beberapa marketplace di Indonesia.

Sacha inchi (Plukenetia volubilis) dengan berbagai sebutan seperti kacang inca, kacang ajaib dan superfood, merupakan jenis kacang-kacangan yg berasal dari hutan hujan dataran tinggi Andes di Amerika Selatan. Dari dataran tinggi Andes sacha inchi kemudian berkembang ke daerah Amazon di Peru dan selanjutnya di budidayakan oleh petani di Kolombia, Thailand dan Vietnam, termasuk secara terbatas di Indonesia. Daerah Amazon selama ini dikenal memiliki keanekaragaman hayati terpenting di dunia, termasuk tanaman singkong, nenas, kakao dan karet pertama kali dibudidayakan adalah di daerah ini. Di Indonesia, sacha inchi belum banyak dibudiyakan oleh petani (hanya di beberapa daerah saja), hal ini bisa jadi karena keterbatasan  informasi tentang sacha inchi terutama akses terhadap sumber daya produksi dan pasarnya. Sejauh ini, sacha inchi sesungguhnya   merupakan salah satu komoditas pertanian yg memiliki nilai ekonomi tinggi (prospektif) baik untuk industri pangan maupun kesehatan. Seperti diketahui biji sacha inchi mengandung 35-60 persen minyak yg lebih dari 90 persennya merupakan asam lemak tidak jenuh lenolenat (omega-3), lenoleat (omega-6) dan oleat (omega-9) serta sekitar 25-30 protein dan senyawa lainnya yg sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Hanpir semua bagian dari tanaman sacha inchi bisa dikonsumsi, mulai dari biji yg disangrai (roasting), minyak dari bijinya dan teh dari daun dan cangkang bijinya.

Budidaya sacha inchi bisa dilakukan mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi (1750 meter di atas permukaan laut) dan tidak memerlukan syarat tumbuh khusus, bahkan mampu beradaptasi dengan baik terhadap kondisi iklim yg ekstrem dan terhitung tidak sulit, sama seperti jenis kacang-kacangan lain tetapi memerlukan tiang rambatan yg kuat seperti pada budi daya tanaman buah naga.Tiang rambatan yg saling terhubung dengan lainnya sangat penting untuk memaksimalkan produksi biji sacha inchi. Hal ini karena sacha inchi merupakan tanaman semi kayu berumur puluhan tahun, karenanya sering disebut sebagai tanaman abadi. Terlebih apabila rajin melakukan kegiatan pemangkasan dan pemeliharaan tanaman yg lain. Tanaman sacha inchi akan mati hanya karena sebab lain dari luar seperti adanya serangan hama dan penyakit serta kebanjiran. Penanaman sacha inchi dilakukan dengan membibitkan benih yg baik (berasal dari tanaman yg telah berumur lebih dari 3 tahun, biji besar, bernas dan keras)  dalam polibag selama 2-3 bulan yg kemudian dipindahkan di lapangan dan pada umur 7-8 setelah penanaman sudah bisa dilakukan panen perdana. Panen berikutnya adalah setelah 3-4 bulan dan dengan pembungaan yg acak pemanenan dapat dilakukan setiap satu bulan sekali.

Dengan menggunakan jarak tanam 2 m X 3 m atau populasi yg tumbuh dengan baik sekitar 1650 pohon dalam satu hektar dan hasil perpohon 2 kilogram serta harga 50 ribu rupiah per kilogram, maka akan didapatkan pendapatan sekitar 165 juta rupiah atau setiap bulan 23,5 juta rupiah. Belum lagi kalau dijual dalam bentuk minyak dengan harga sekitar 1 juta rupiah perliter, bahkan bisa lebih kalau bisa dihasilkan minyak sacha inchi dengan mutu yg baik. Harga yg tinggi dari minyak sacha inchi ternyata mampu mengalahkan harga minyak atsiri dari jenis serai wangi. Selain dari biji dan minyak, petani sacha inchi juga bisa menjual bibit dalam polibag dengan harga sekitar 25-50 ribu rupiah setiap polibag.

Pengembangan sacha inchi di Indonesia dapat dilakukan pada lahan kering atau marginal yg arealnya masih sangat luas. Dengan demikian petani dapat meningkatkan pendapatannya tidak hanya dari tanaman porang atau komoditas pertanian unggulan lainnya, tetapi juga bisa dari sacha inchi.

(Diolah Dari Berbagai Referensi/Pemberitaan)

KASONGAN, Bantul, YOGYAKARTA, 25 Mei 2021

Asikin CHALIFAH

∆ Pembina Rumah Literasi (RULIT) WASKITA, Kedung Tukang, BREBES.

∆ Ketua DPW PERHIPTANI DIY.

∆ SEKJEN KOPITU (Komite UMKM Indonesia Bersatu).

Mon, 14 Jun 2021 @11:09


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2021 Yayasan BAKAT (Pengembangan Masyarakat) · All Rights Reserved