logo
Ingat Latihan Ingat Pak Margolang
image

Pengembangan Masyarakat (BAKAT)

082382638871


Website Resmi Yayasan Bakat

Infaq/Sumbangan/Amal ke :
No. Rek. 104 613 5438
an. Nazaruddin Margolang
BSI - Bank Syariah Indonesia

Tulisan/Artikel ke :
nmargolang@yahoo.com
Buat Website Anda !!! : Hanya Rp. 1000,-/hari

Cek Nama Domain ?

google.com, pub-3763421887377259, DIRECT, f08c47fec0942fa0

image

Polling :

 

WEB MATIC FRIEND

FASILITATOR PEM 

AHLI TANI

IKA SPMA RIAU

RUMAH AGRIBISNIS

TANINDO RIAU

google.com, pub-3763421887377259, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kategori Tulisan

Percepatan TRANSFORMASI DIGITAL Pada Badan Usaha Koperasi Di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. (Asikin Chalifah)

image

Percepatan TRANSFORMASI DIGITAL Pada Badan Usaha Koperasi Di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

(Dalam Rangka Memperingati HARKOPNAS Ke-74 Tahun 2021)

(#HARKOPNAS_74)

Penerapan transformasi digital saat ini sangat penting dan dibutuhkan.Tidak saja di dunia bisnis, melainkan juga di lingkungan pemerintahan.Terlebih disaat pandemi COVID-19 melanda berbagai negara di dunia, tidak terkecuali di Indonesia yang telah menetapkan pandemi COVID-19 sebagai bencana nasional non alam. Pandemi COVID-19 ternyata telah mengakselerasi pelaksanaan transformasi digital yang selama ini berjalan lambat atau sama sekali belum dilaksanakan oleh organisasi/lembaga bisnis dan pemerintahan. Hal ini karena penetapan peraturan pemberlakuan pembatasan ruang gerak masyarakat yang berlangsung di era pandemi COVID-19 mengharuskan kegiatan  yang bersifat tatap muka (luring) berubah dalam bentuk daring/virtual, termasuk perubahan kegiatan work from office (WFO) menjadi work  from home (WFH) dan bentuk-bentuk layanan lain yang menyentuh semua aspek kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau perusahaan-perusahaan besar di dunia telah mengalokasikan sejumlah dana yang tidak sedikit untuk mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pemerintah Indonesia sendiri ditahun 2021 telah mengalokasikan dana sebesar 30,5 triliun untuk memperluas keterjangkauan jaringan internet terutama di daerah-daerah yang  masuk dalam katagori tertinggal, terluar dan terdepan (3 T). Perluasan keterjangkauan jaringan internet tersebut sesungguhnya  merupakan kesempatan bagi badan usaha atau badan ekonomi berbentuk koperasi untuk melakukan percepatan transformasi digital.

Secara umum transformasi digital dapat dimaknai sebagai proses penggunaan/pemanfaatan teknologi digital baik di dunia usaha maupun di lingkungan pemerintahan untuk meningkatkan performansi yang lebih baik dalam memberikan pelayanan pada publik sebagai pengguna layanan. Selain itu, transformasi digital juga sering dikaitkan dengan proses perubahan dari cara-cara konvensional/tradisional menjadi lebih modern atau dari analog menuju digital. Penggunaan/pemanfaatan teknologi digital selama ini bersifat tegak lurus dengan teknologi revolusi industri 4.0 yaitu berupa internet of things (IoT), big data, intellegence artifial (AI) dan cloud of computing.

Upaya untuk mempercepat transfornasi digital telah dilakukan oleh pemerintah dengan menerbitkan PERPRES Nomor 95 Tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan PERPRES Nomor 39 Tahun 2019 Tentang Satu Data Indonesia (SDI). Meskipun demikian, percepatan transformasi digital harus terus dilakukan dan ditingkatkan mengingat pada tahun 2020 seperti yang dirilis oleh PBB dari  E-Government Development Index (EGDI) ternyata Indonesia berada diurutan ke-88 dari 193 negara di dunia. Peringkat tersebut kendatipun mengalami  perbaikan dari tahun sebelumnya akan tetapi tetap masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN.

Peran badan usaha atau badan ekonomi yang berbentuk koperasi termasuk koperasi-koperasi yang terdapat di Kabupaten Gorontalo sangat penting karena sebagai lokomotif dalam mendorong pembangunan ekonomi kerakyatan, yakni ekonomi yang bersifat inklusi. Bersama UMKM tidak bisa dipungkiri koperasi telah menjadi penyelamat dalam menjaga pertumbuhan perekonomian nasional ketika Indonesia mengalami krisis moneter pada tahun 1998. Namun demikian selama ini telah tertanam stigma yang kurang baik terhadap koperasi di mata masyarakat. Belum lagi dengan banyaknya koperasi yang membubarkan diri atau dibubarkan oleh pemerintah karena tidak aktif, bermasalah dan tidak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai agenda wajib koperasi. Untuk itu, perlu dilakukan pendampingan/pengawalan yang intensif untuk mewujudkan koperasi yang lebih sehat, maju dan mandiri. Salah satu persoalan dari sekian banyak persoalan yang dihadapi oleh koperasi adalah terbatasnya keterjangkauan terhadap teknologi, termasuk teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Penyebab dari semua ini adalah karena lemahnya penguasaan terhadap kemampuan digital, proses digitalisasi dan dalam penerapan transformasi digital.

Seperti diketahui di Kabupaten Gorontalo terdapat sekitar 395 koperasi dari berbagai jenis dan beragam usaha yang perlu didorong dan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperasi dan UKM setempat untuk melakukan percepatan dalam menerapkan transformasi digital guna mewujudkan kinerja yang lebih baik dalam mengembangkan usaha dan memberikan pelayanan pada anggota, masyarakat dan para pihak terkait lainnya. SDM koperasi (pengurus dan tim manajemen) atau setidaknya para personil yang bertugas sebagai  penginput data, operator dan programmer harus ditingkatkan kemampuannya dibidang penguasaan teknologi digital baik melalui kegiatan pendidikan, pendidikan dan pelatihan (diklat) maupun permagangan.  Peningkatan kemampuan SDM koperasi juga harus diiringi dengan perubahan mindset, sikap dan perilaku yang dapat menggugah kreativitas dan sekaligus mendorong inovasi. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah keharusan untuk menyediakan perangkat pendukung yang tepat dan memadai dalam menerapkan teknologi digital.

Dengan percepatan transformasi digital, SDM koperasi (pengurus dan tim manajemen) yang merupakan inti dari tata kelola koperasi dapat melakukan perubahan-perubahan untuk mengembangkan model bisnis baru koperasi yang lebih prospektif dan menerapkan berbagai platform/aplikasi layanan unggulan seperti one stop service yang berbasis pada  kegiatan on call, on line dan on site.

Pada akhirnya keberhasilan dalam melakukan percepatan transformasi digital  sangat bergantung pada kempimpinan koperasi yang kuat dengan struktur dan budaya yang unggul dalam mengorganisasikan perpaduan potensi SDM berkemampuan, model bisnis koperasi yang baru dan penerapan teknologi digital. Dengan percepatan transformasi digital dapat diwujudkan tata kelola koperasi yang lebih baik, efektif dan efisien serta sekaligus sebagai penanda dari sosok koperasi yang sehat, maju dan mandiri.

Asikin Chalifah.
Perumahan Puspa Indah F8, Bangunjiwo, Kasihan, BANTUL, YOGYAKARTA.
Nomor WA : 081227848400.

Sun, 11 Jul 2021 @19:37


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2021 Yayasan BAKAT (Pengembangan Masyarakat) · All Rights Reserved