logo
Ingat Latihan Ingat Pak Margolang
image

Pengembangan Masyarakat (BAKAT)

082382638871


Website Resmi Yayasan Bakat

Infaq/Sumbangan/Amal ke :
No. Rek. 104 613 5438
an. Nazaruddin Margolang
BSI - Bank Syariah Indonesia

Tulisan/Artikel ke :
nmargolang@yahoo.com
Buat Website Anda !!! : Hanya Rp. 1000,-/hari

Cek Nama Domain ?

google.com, pub-3763421887377259, DIRECT, f08c47fec0942fa0

image

Polling :

 

WEB MATIC FRIEND

FASILITATOR PEM 

AHLI TANI

IKA SPMA RIAU

RUMAH AGRIBISNIS

TANINDO RIAU

google.com, pub-3763421887377259, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kategori Tulisan

Pengawasan PRE dan POST MARKET Pada Produk-Produk Pertanian - Asikin Chalifah

image

Konsumen adalah segalanya. Konsumen juga raja. Di dunia usaha/bisnis pangan, tuntutan semakin meningkat terhadap produk-produk pangan yang harus bermutu (bergizi) dan aman bagi kesehatan konsumen. Berbagai kejadian keracunan makanan merupakan pembelajaran tersendiri bagi konsumen untuk senantiasa mengkonsumsi pangan yang bermutu dan aman. Produk-produk pangan itu dapat berupa pangan segar asal tumbuhan (PSAT), makanan siap saji dan olahan pangan berkemas. Semua hal di atas adalah sejalan dengan semakin meningkatnya pengetahuan, kesadaran dan kepedulian konsumen untuk mengkonsumsi pangan yang bermutu dan aman. Pangan yang bermutu dan aman untuk dikonsumsi adalah pangan yang bebas dari cemaran kimiawi, biologis dan benda-benda lain yang merugikan, mengganggu dan membahayakan kesehatan konsumen. Termasuk dalam cemaran kimiawi adalah kontaminasi dari logam berat, residu pestisida yang bersifat karsinogen dan penambahan bahan tambahan pangan (BTP) di luar batas yang direkomendasikan. Sedangkan cemaran biologis adalah cemaran yang berasal dari mikroba patogen yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Untuk cemaran yang berasal dari bahan-bahan lain (fisik) dapat berupa isi staples, kerikil, pecahan kaca, serangga, rambut, kuku dan logam. Selain terbebas dari berbagai macam cemaran, pangan yang dikonsumsi juga harus tidak bertentangan dengan ajaran agama, keyakinan dan budaya masyarakat. Oleh karena itu dapat dimengerti jika sebagian besar konsumen juga mensyaratkan tentang pentingnya kehalalan dalam produk pangan. Mengkonsumi pangan yang bermutu, aman dan halal adalah sesuatu hal yang sangat penting, karena semua dimaksudkan untuk mewujudkan SDM yang sehat, aktif dan produktip sesuai kaidah-kaidah mengkonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA).

Pelaku usaha yang memproduksi, memasukan dari luar negeri dan mengedarkan produk-produk pangan di Indonesia wajib melakukan penjaminan terhadap keamanan dan mutu produk pangannya. Penetapan persyaratan penjaminan keamanan dan mutu pangan baik pangan segar asal tumbuhan (PSAT), makanan siap saji maupun pangan olahan berkemas, dilakukan oleh pemerintah melalui instansi terkait dalam bentuk pengawasan pre market dan post market. Pengawasan pre market mensyaratkan pada pelaku usaha untuk mengantongi registrasi/sertifikat ijin edar untuk penjaminan keamanan dan mutu produk pangannya. Untuk pangan segar asal tumbuhan (PSAT) seperti buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, rempah-rempah dan olahan primer, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko dan Peraturan Menteri Pertanian RI (Permentan Ri) Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Standar Kegiatan Usaha dan Standar Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko Sektor Pertanian, pengajuan registrasi ijin edar bagi pelaku usaha mikro dan kecil dalam bentuk PSAT Produk Dalam Negeri (PSAT-PDUK), saat ini sudah dapat dilakukan di kabupaten/kota melalui Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) yang berada di Satuan Organisasi Daerah (SOD) yang menangani pertanian dan ketahanan pangan. Untuk pelaku usaha menengah dan besar pengajuan penjaminan keamanan dan mutu pangan dalam bentuk Sertifikat Penerapan Penanganan yang Baik (SPPB), SAT Produk Dalam Negeri (PSAT-PD), Sertifikat Sertifikat Kesehatan dan Rumah Pengemasan, dapat dilakukan di provinsi melalui Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) yang berada di Satuan Organisasi Daerah (SOD) yang menangani pertanian dan ketahanan pangan. Untuk produk pangan impor dalam bentuk SPPB dan PSAT Produk Impor (PSAT-PL), dilakukan oleh Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan Pusat (OKKPP) yang ada di Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan RI. Penerapan SPPB juga wajib bagi pelaku usaha mikro dan kecil meski tanpa sertifikasi karena masih perlu pengawasan dan pembinaan dalam penerapannya.Bagi pelaku usaha yang sudah memiliki sertifikat HACCP, ISO 2200 dan lainnya yang setara, secara otomatis dapat mengantongi SPPB. Mekanisme pengajuan registrasi/sertifikasi PSAT dilakukan melalui sistem Oneline Single Submission (OSS). Klasifikasi pelaku usaha dalam katagori usaha mikro, kecil, menengah dan besar yang terkait dengan aset dan omset, adalah sebagaimana yang tercantum dalam  PP Nomor 7 Tahun 202 Tentang  Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan UKM. Untuk persyaratan penjaminan keamanan dan mutu makanan siap saji dan pangan berkemas dengan masa kadaluwarsa kurang atau lebih dari 7 (tujuh) hari dalam bentuk P-IRT, dilakukan oleh SOD setempat yang menangani bidang kesehatan. Sedangkan untuk persyaratan penjaminan pangan olahan berkemas baik dari produk pangan dalam negeri maupun luar negeri (impor) dalam bentuk MD/ML,  dilakukan oleh BPOM setempat.

Untuk pengawasan post market, terutama di daerah, bersifat pembinaan kalau dari sampel produk pangan yang diambil di pasar tradisional, ritel dan tempat-tempat lain yang dilakukan secara berkala ditemukan adanya cemaran dan hal-hal lainnya yang membahayakan bagi kesehatan konsumen. Meskipun demikian, tidak tertutup kemungkinan dilakukan penegakan hukum dengan pemberian sanksi hukum jika ditemukan pelanggaran hukum. Pelaksanaan post market biasanya dilakukan secara bersama dalam jejaring keamanan dan mutu pangan daerah dengan anggota para pihak yang terkait dengan penjaminan keamanan dan mutu pangan termasuk dari aparat penegak hukum.

(Diolah dari berbagai referensi/pemberitaan).

KASONGAN, Bantul, YOGYAKARTA 5 Agustus 2021.

Asikin CHALIFAH

》 Pembina Rumah Literasi (RULIT) WASKITA, Kedungtukang, BREBES.
》 Ketua DPW PERHIPTANI DIY.
》 SEKJEN KOPITU (Komite UMKM Indonesia Bersatu).

Fri, 6 Aug 2021 @06:41


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2021 Yayasan BAKAT (Pengembangan Masyarakat) · All Rights Reserved