logo
Selamat Datang
image

Pengembangan Masyarakat (BAKAT)

0761 8442 843


Website Resmi Yayasan Bakat

Infaq/Sumbangan/Amal ke :
No. Rek. 5510-01-020416-53-6
an. Yayasan Bakat
BRI Unit Marpoyan

Tulisan/Artikel ke :
nmargolang@yahoo.com
Buat Website Anda !!! : Hanya Rp. 1000,-/hari

Cek Nama Domain ?

BUAT UANG PENGELUARAN RUTIN ANDA JADI UANG MASUK ANDA

 

FASILITATOR PEM 

AHLI TANI

IKA SPMA RIAU

RUMAH AGRIBISNIS

 

Harga estimasi
• Rp 2.264.579 •

Teknik Fasilitasi Kepemanduan Sekolah Lapangan

SL (Sekolah Lapangan) adalah teknik pelaksanaan Diklat bagi petani yang efektif dan paling masuk akal. Hal ini karena pelaksanaan SL dilaksanakan selama satu siklus proses produksi/teknologi dan dilaksanakan setiap minggu sehari pertemuan dengan waktu pembelajaran 2 - 4 jam. Adalah hal yang mustahil bila ada pelaksanaan diklat bagi petani yang dilaksanakan sepanjang hari selama lebih dari 2 hari berturut-turut. Bila itu terjadi sudah dapat dipastikan yang mengikutinya bukanlah petani. Sebab petani sebagai pengusaha di bidang pertanian tidaklah mungkin dapat meninggalkan usahanya sampai berhari-hari.
Diklat Sekolah Lapangan merupakan rangkaian diklat mulai dari persiapan sampai pelaksanaan SL di Lapangan.
Rangkaian SL adalah sebagai berikut :

  1. Diklat Master Trainer yang mempersiapkan Diklat untuk Pemandu Lapang 1 (PL 1)
  2. Diklat PL 1 (Pemandu Lapang 1) yang mempersiapkan Diklat untuk Pemandu lapang 2 (PL 2). Diklat PL 1 ini di fasilitasi oleh Master Trainer.
  3. Diklat PL 2 (Pemandu Lapang 2) yang mempersiapkan Diklat (SL) petani, yang menyangkut calon peserta, tempat dan jadwal pelaksanaan, dan sekaligus menjadi pemandu, Diklat PL 2 ini difasilitasi oleh PL 1
  4. Pelaksanaan SL dengan dipandu oleh PL 2


Untuk kelancaran pelaksanaan SL sebaiknya kepada peserta SL diberikan bantuan Paket untuk penerapan teknologi. Selain itu dilakukan juga Diklat lainnya untuk mendukung seperti Diklat bagi Tokoh Masyarakat dan Diklat Bagi Kelompok Wanita Tani.
Akhir pelaksanaan SL dilakukan Field Day yang merupakan unjuk kebolehan petani terhadap SL yang telah dilakukan.
Menjadi fasilisator Sekolah Lapangan haruslah memiliki keterampilan dasar mengajar dan praktek yang meliputi Penguasaan Bahan dan pengayaannya secara tuntas , Penguasaan Metodologi Pembelajaran dan Manejemen Kelas, serta Penguasaan Wawasan Kediklatan yang luas.
Disamping itu saat tampil dalam memfasilitasi minimal memiliki kemampuan :

  1. Siasat membuka pelajaran,
  2. Memiliki gerakan-gerakan yang bebas, dan berkesan dekat dengan peserta,
  3. Memiliki gerakan tubuh yang dapat menarik perhatian,
  4. Suara yang tidak monoton,
  5. Memiliki teknik kebisuan yang dapat menarik perhatian,
  6. Menerapkan gaya interaksi yang bervariasi,
  7. Kemampuan dalam memusatkan perhatian peserta,
  8. Keterampilan bertanya yang dapat membangkitkan minat dan rasa ingin tahu peserta,
  9. Keterampilan dalam siasat menutup proses pembelajaran.


Selain itu perlu diingat dalam memfasilitasi SL adalah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajar orang dewasa yang secara fisik cukup berumur, dari status sudah menyandang beberapa status, dan dari segi proses belajar sudah punya sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Disarankan dalam memfasilitasi SL menggunakan daur belajar melalui pengalaman (ELC = experiental Learning Cycle), yang dalam prosesnya diawali dengan Mengalami (experiencing), lalu Mempertukarkan Pengalaman (Processing), lalu Menarik Kesimpulan (Generalizing), dan terakhir Merencanakan Penerapan (Applying).

Aplikasi ELC dalam pelaksanaan SL akan terlihat dalam penggunaan jam belajar harian dalam setiap minggunya di lapangan adalah sebagai berikut :
I.    Pengamatan Lapangan
II.   Penyusunan Laporan
III.  Presentase antar kelompok Peserta
IV.   Penyimpulan dan Penerapan
V.    Istirahat dan diselingi dengan Dinamika Kelompok
VI.   Pembahasan Topik Khusus dan Topik Tambahan
VII.  Refleksi Harian dan Diskusi Umum

semoga bermanfaat ....!


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 www.pakmargolang.com · All Rights Reserved