logo
Selamat Datang
image

Community Development

0811767894


Website Resmi Yayasan Bakat

Infaq/Sumbangan/Amal ke :
No. Rek. 5510-01-020416-53-6
an. Yayasan Bakat
BRI Unit Marpoyan

Tulisan/Artikel ke :
nmargolang@yahoo.com
Buat Website Anda !!! : Hanya Rp. 1000,-/hari

Cek Nama Domain ?

Komentar Pengunjung

DINAMIKA KELOMPOK

image

Mengapa Perlu Dinamika Kelompok ?
Dinamika Kelompok, merupakan salah satu kemampuan/keterampilan personal dan Team yang sangat dibutuhkan dalam pengorganisasian komunitas pertanian, Hal tersebut dalam upaya menciptakan Kelompok Tani sebagai Kelompok pembelajaran (learning organization) yang  kompak dan produktif.
Hal ini urgen disiasati guna menepis anggapan umum bahwa usaha peternakan/ pertanian secara umum identik dengan peternak/petani dan peternak/petani itu selalu dekat dengan kemiskinan.
Dilain pihak kebijakan pembinaan peternak/petani di Indonesia dalam rangka membanguan usaha selalu diarahkan dalam kelompok (farmer group).
Nah... makanya upaya mendinamiskan kelompok ini diperlukan agar Kelompok Tani  dapat diciptakan sebagai organaisasi pembelajaraan yang kompak dan produktif,

Bagaimana Caranya ?
Upaya mencapai kondisi tersebut (Dinamika Kelompok) dapat dilakukan dengan berbagai cara, Namun disini akan dicoba memberikan satu Rumus (formula) sederhana yang mudah-mudahan bermanfaat dan mudah untuk dilaksanakan, dalam upaya mendinamiskan kelompok yaitu PIKAT  yang merupakan singkatan dari Perasaan, Interaksi, Kepemimpinan, Aturan dan Tujuan.

Bagaimana Penerapannya ?
Bila suatu kelompok/organisasi tidak dapat tumbuh dan berkembang maka minimal 5 variabel tersebutlah yang perlu diperiksa, demikian juga bila ingin membangun kekompakan kelompok maka yang harus difokuskan adalah bagaimana memaksimalkan pelaksanakan 5 variabel tersebut juga.
Jadi……. Pertanyaannya adalah : Apakah setiap anggota kelompok sudah menghargai perasaan anggota kelompok lainnya, apakah interaksi antar anggota sudah cukup, adakah kepemimpinan yang diakui, adakah aturan yang disepakati dan dilaksanakan, dan apakah tujuan organisasi telah dimiliki dan dipahami oleh anggota.
 
KOMPAK (PIKAT Formula) vs TUJUAN (TAKIP Formula) …… Apa pula itu ?
Dalam aplikasinya kita menggunakan urutan PIKAT (Perasaan, Interaksi, Kepemimpinan, Aturan dan Tujuan) dalam membangun hubungan (Kekompakan), dan menggunakan urutan TAKIP (Tujuan, Aturan, Kepemimpinan, Interaksi, dan Perasaan) dalam membangun hasil kerja (Produktifitas)
Nah  ... artinya bila ingin Kompak pertama yang harus diperhatikan adalah Perasaan, lalu perbanyaklah interaksi, bangun kepemimpinan, diskusikan aturan-aturan agar disepakati, Insya Allah tujuan yang lebih tinggi dapat dicapai.
Lalu ... bila ingin produktif pertama yang harus dipahami adalah tujuan, lalu bagaimana aturan mencapainya, bagaimana sistem komandonya (kepemimpinan), lalu kordinasinya seperti apa (interaksi), terakhir hargai perasaan, agar hasil yang dicapai menyenangkan semua pihak.
Kesimpulannya untuk Kompak perasaan Nomor satu dan tujuan terakhir, untuk Produktif  Tujuan nomor satu terakhir baru perasaan.
Kenyataanya... Dalam kehidupan sehari-hari kita sering kurang tepat menempatkannya, apakah kita berada pada situasi membangun hubungan (kompak) atau kita sedang membangun usaha/pekerjaan (produktifitas)

Adakah Contohnya ?
Contoh sederhana kehidupan rumah tangga kita sering menggunakan logika untuk mencapai tujuan, padahal yang penting dirumah adalah hargai perasaan istri/suami maka semua akan beres dan menyenangkan, karena orientasi rumah adalah kebahagiaan dengan hubungan yang baik.
Sementara ... di kantor/ditempat kerja kita  sering mendahulukan perasaan, koq... bos saya tidak menghargai saya ..ya, koq rekan kerja saya kurang sopan...ya... padahal harusnya kita mendahulukan tujuan dan bagaimana mencapainya, terakhir bila ada hal yang kurang pas dengan perasaan baru ditanyakan. Jangan pekerjaan kita menjadi terkendala karena hanya persoalan perasaan yang tidak enak.

Adakah Contoh yang lain lagi ?
Contoh lain begini : ada sekelompok pekerja bangunan sedang bekerja (ini tentunya mengejar produktifitas), seorang tukang sedang memegang papan untuk dipaku tiba-tiba martelnya terjatuh. Lalu dia minta tolong ambilkan martel tersebut kepada temannya dengan menunjuk menggunakan kaki, karena kedua tangannya sedang bergantung/memegang papan. apa jadinya bila si teman yang dimintai tolong  menggunakan perasaannya dan bukan aspek pencapaian tujuan. Martelnya tidak akan diambil karena meminta tolong tidak sopan (dengan kaki), akhirnya pekerjaan terbengkalai.
Harusnya si teman tadi mengambilkan saja martel demi tercapainya tujuan/pekerjaan, bila perasaan tidak enak (karena menunjuk dengan kaki pada saat istirahat dikemukakan saja Mas/bang... lain kali kalo nunjuk jangan pake kaki, pake mulut saja dimonyongkan....misalnya begitu.
Semoga bermanfaat

(Bila Anda ingin melaksanakan Pelatihan yang membutuhkan presentase materi Dinamika Kelompok, hubungi Nazaruddin Margolang, S.IP.,M.Si di 0811767894)


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+6+7

Copyright © 2014 Yayasan Bakat · All Rights Reserved