logo
Selamat Datang
image

Pengembangan Masyarakat (BAKAT)

0761 8442 843


Website Resmi Yayasan Bakat

Infaq/Sumbangan/Amal ke :
No. Rek. 5510-01-020416-53-6
an. Yayasan Bakat
BRI Unit Marpoyan

Tulisan/Artikel ke :
nmargolang@yahoo.com
Buat Website Anda !!! : Hanya Rp. 1000,-/hari

Cek Nama Domain ?

BUAT UANG PENGELUARAN RUTIN ANDA JADI UANG MASUK ANDA

 

FASILITATOR PEM 

AHLI TANI

IKA SPMA RIAU

RUMAH AGRIBISNIS

 

Harga estimasi
• Rp 2.264.579 •

Pembuatan (MOL) Mikro Organisme Lokal

1.    Limbah Hijauan Sayuran  /  Limbah Dapur

Peralatan :

·       Drum plastik ukuran 200 liter

·       Plastik transparan 1 m2

Bahan :

·       100 kg Limbah Sayuran Hijauan (Kol, Cesin, Vetsay, Mentimun, bayam, kangkung dll),

·       Garam : 5 % dari berat bahan ( 5 Kg),

·       Gula merah 2 % dari cairan setelah diproses selama 24 hari,

·       Air cucian beras 10 liter.

Cara Pembuatan :

·       Limbah sayuran hijauan diiris-iris hingga menjadi potongan-potongan kecil dan masukan kedalam drum plastik, setiap lapisan setebal 20 cm dan taburkan garam sampai rata, lanjutkan dengan berlapis-lapis  seperti diatas sampai kedua bahan habis.

·       Tambahkan air cucian beras sebanyak 10 liter,

·       Tambahkan gula sebanyak 2 ons dan diaduk hingga rata.

·       Drum ditutup rapat dengan plastik dan diatasnya diberi air sehingga tampak plastik cekung terisi air.

·       Setelah 3-4 minggu baru dibuka, akan tampak cairan berwarna kuning kecoklatan, baunya segar dan jika diukur PH nya 3- 5 .

Cara Penggunaan :

a.     Pengomposan : jika akan digunakan untuk mempercepat penghancuran Bahan Organik campurkan 1 liter cairan ditambah 10 liter air tawar tambahkan gula 2 ons dan cairan siap di siramkan pada bahan organik yang akan dikomposkan.

b.     Penyemprotan pada tanaman : 400 cc cairan dicampur dengan 14 liter air tawar (1 tangki semprotan) dan diaduk rata , semprotkan pada pagi atau sore hari (hindari sengatan cahaya matahari pada siang hari) pada berbagai jenis tanaman, jika tanaman padi pada umur 10 hari, 20 hari, 30 hari dan 40 hari setelah tanam.

 

Catatan :        Ekstrak dirombak mirip berperan sebagai ragi (Sakaromisae) artinya degradasi karbohidrat menjadi polysakarida derifat, substansi yang lebih sederhana lagi menjadi monosakarida dirombak menjadi asam laktat dengan bantuan enzim laktase.

2.    Rebung Bambu

Bahan :

·       2 buah rebung bambu kurang lebih 3 kg,

·       Air beras 5 liter,

·       1 buah maja (Labu kaye/Aceh) yang sudah matang, jika tidak ada buah maja bisa diganti dengan  gula merah  1,5 ons.

Cara Pembuatan :

·       Rebung bambu di tumbuk halus atau diiris-iris masukan pada ember/tong plastik,

·       Campurkan dengan buah maja yang sudah dihaluskan, atau tambahkan gula merah yang telah dihaluskan dan aduk sampai rata, 

·       Rendam dengan air cucian beras sebanyak 5 liter.

·       Tutup rapat ember/tong dengan plastik, dan berikan slang plastik yang disambungkan dengan air yang berada pada botol. Biarkan selama 15  hari.

 

Cara Penggunaan :

a.     Pengomposan : dapat digunakan sebagai dekomposer dengan konsentrasi:  1 : 5 (1 liter cairan MOL ditambah dengan 5 liter air), tambahkan gula merah 1 ons dan aduk hingga rata, disiramkan pada saat proses pembuatan kompos.

b.       Penggunaan pada tanaman : penyemprotan dilakukan pada pagi/sore hari dengan konsentrasi 400 cc cairan dicampur dengan 14 liter air tawar pada umur 10 hari, 20 hari 30 dan 40 hari setelah tanam.

3.    Keong Mas ( Siput Murbey)

 

Bahan :

·       5 kg keong mas yang masih hidup/segar,

·       2 Buah buah maja matang ( jika tidak ada dapat diganti dengan cairan tebu 1 liter atau gula merah 1kg)

·       Air kelapa 10 liter.

Cara Pembuatan :

·       Keong mas ditumbuk hingga halus masukan pada tong plastik,

·       Campurkan dengan buah maja yang sudah dihaluskan atau gula yang lebih dulu dihaluskan/cairan tebu,

·       Tambahkan  10 liter air kelapa dan aduk hingga rata.

·       Tutup rapat dengan plastik dan berikan selang plastik sambungkan pada botol yang telah berisi air.

Cara Penggunaan :

a.     Pengomposan : Dengan konsentrasi 1 : 5 ( 1 liter cairan MOL ditambah dengan 5 liter air tawar), tambahkan 1 ons gula merah, aduk rata dan siramkan pada bahan organik yang mau dikomposkan.

b.     Penggunaan pada tanaman : dapat disemprotkan pada berbagai tanaman dengan konsentrasi 400 cc dicampur dengan 14 liter air tawar. Pada tanaman padi sejak fase vegetatif hingga generatif (umur 10, 20, 30, 40 atau umur setelah fase masak susu), MOL keong mas ini dapat dicampur dengan MOL lainnya. Disemprotkan pada pagi/sore hari, hindari penyemprotan pada siang hari (terik matahari).

4. MOL Limbah Buah-buahan

Bahan :

·       Limbah buah-buahan : pisang, pepaya dll,  sebanyak 10 kg,

·       Gula 1 kg,

·       10 liter air kelapa,.

·       Air cucian beras.

Cara Pembuatan : 

·       Buah-buahan sebanyak 10 Kg ditumbuk/ dihaluskan,

·       Masukan pada drum/tong

·       Campurkan dengan air kelapa dan air cucian beras. 

·       Tambahkan gula merah yang telah dicairkan

·       Tutup dengan plastik beri lubang udara dengan cara masukan slang plastik yang dihubungkan dgn botol yang sudah berisi air.

·       Biarkan selama 10- 15 hari.

Cara Penggunaan :

a.     Campur MOL dan air dengan perbandingan 1 : 5 Liter  (1 bagian MOL, 5 bagian air) tambahkan gula 1 ons. Siramkan pada bahan organik yang mau dikomposkan.

b.     Penggunaan pada tanaman padi. Semprotkan pada tanaman dengan  konsentrasi larutan 400 cc dicampur dengan air tawar sebanyak 14 liter, semprotkan pada umur tanaman akhir vegetatif      (kurang lebih umur 55 hari -  60 hari).

 

Sumber :

Nagrak Organic Sri Center, Manual, Pengembangan Bahan Organik Melalui Mikro Organisme Lokal  (Mol) Dan Kompos Dan Pengembangan Pestisida Nabati

 

 


1 Komentar
image

Wed, 9 Mar 2016 @13:17

Purnomo

Artikelnya sangat bermanfaat semoga mendapat balasan yang lebih baik terimakasih


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 www.pakmargolang.com · All Rights Reserved